Text
FAKTOR-FAKTOR PENENTU PERDAGANGAN BIJI PALA INDONESIA
Peningkatan nilai ekspor biji pala, baik utuh maupun bubuk, mengalami pertumbuhan cenderung negatif.Pertumbuhan tersebut bahkan lebih rendah dibandingkan pertumbuhan nilai impornya. Kondisitersebut menggambarkan Indonesia belum optimal memanfaatkan peluang ekspor yang dimiliki.Pengoptimalan peluang ekspor dapat dilakukan dengan memperhatikan faktor-faktor yangberpengaruh terhadap ekspor. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang memen-garuhi aliran perdagangan biji pala utuh dan biji pala bubuk Indonesia ke negara tujuan ekspor. Penelitimenggunakan data sekunder biji pala utuh dan bubuk periode 2012 sampai 2019 dengan variabelpenelitian yaitu GDP Indonesia, GDP negara tujuan ekspor, jarak ekonomi, populasi negara tujuanekspor, dan dummy sanitary and phytosanitary (SPS). Data diolah melalui pendekatan model gravity.Hasil penelitian menunjukkan bahwa GDP Indonesia, GDP negara tujuan ekspor, dan dummy SPSberpengaruh negatif terhadap perdagangan biji pala utuh, sedangkan jarak ekonomi dan populasiberpengaruh positif. Sementara itu, pengaruh terhadap perdagangan bubuk olahan biji pala oleh GDPIndonesia, GDP negara tujuan ekspor, dan populasi bernilai positif, jarak ekonomi bernilai negatif, dandummy SPS tidak berpengaruh signifikan. Implikasi kebijakan yaitu dalam meningkatkan perdaganganbiji pala utuh, pemerintah dan stakeholder terkait sebaiknya memilih mitra dagang yang memilikipopulasi besar. Sedangkan untuk meningkatkan perdagangan bubuk olahan biji pala, sebaiknya memilihmitra dagang dengan GDP tinggi dan populasi besar. Selain itu, dalam rangka peningkatan perdagangankedua produk, sebaiknya pemerintah membuat aturan penanganan pasca panen agar dapatmeminimalisir efek dari hambatan SPS.
| UIB00007622 | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain